Membongkar Mitos: Benarkah Es Krim Populer Terbuat dari Plastik?

Belakangan ini, sebuah video pendek beredar di media sosial dan memicu kekhawatiran publik. Video tersebut menampilkan cuplikan seorang pria paruh baya dengan klaim bombastis: "Mereka sekarang menjual es cream yang terbuat dari plastik." Video itu juga menyoroti merek-merek es krim terkenal seperti Magnum dan Ben & Jerry's, sembari menuduh kandungan seperti guar gum, mono- dan digliserida, serta karagenan sebagai bahan kimia berbahaya.
​Namun, apakah klaim ini memiliki dasar ilmiah, ataukah ini hanya bentuk fearmongering (penyebaran ketakutan) demi popularitas konten? Mari kita bedah faktanya secara objektif.

1. Es Krim dari Plastik: Distorsi Fakta Proyek Seni

​Potongan video di awal yang memperlihatkan seorang wanita membuat es krim dari plastik sebenarnya adalah proyek desain spekulatif bernama "Guilty Flavours" oleh desainer Eleonora Ortolani.

​Proyek ini mengeksplorasi masa depan di mana bakteri yang direkayasa secara genetis dapat memecah plastik menjadi vanilin (senyawa aroma vanila). Ini adalah eksperimen laboratorium dan karya seni, bukan produk massal yang dijual di supermarket. Tidak ada es krim komersial saat ini yang dibuat dari limbah plastik.

2. Memahami Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang Dituduhkan

​Video tersebut menakut-nakuti penonton dengan menyebutkan beberapa bahan emulsi dan pengental. Faktanya, bahan-bahan ini aman dan diatur ketat oleh badan pengawas pangan dunia (seperti FDA dan EFSA) serta BPOM di Indonesia:

  • Guar Gum: Ini adalah serat alami yang diekstrak dari kacang guar (guar beans). Fungsinya adalah menjaga tekstur es krim tetap lembut dan mencegah pembentukan kristal es yang kasar. Sama sekali bukan plastik.
  • Mono- dan Digliserida: Ini adalah jenis lemak (biasanya berasal dari minyak nabati atau hewani) yang berfungsi sebagai emulgator. Tugasnya menyatukan air dan lemak dalam es krim agar tidak terpisah. Tubuh kita mencerna bahan ini sama seperti mencerna lemak makanan lainnya.
  • Karagenan (Carrageenan): Bahan ini diekstrak dari rumput laut merah alami. Karagenan telah digunakan selama berabad-abad sebagai pengental makanan. Klaim bahwa karagenan "sengaja digunakan untuk merusak usus" adalah pelintiran dari studi laboratorium lama yang menggunakan poligeenan (karagenan yang didegradasi secara kimiawi, yang memang tidak diizinkan untuk makanan), bukan karagenan kelas pangan (food-grade).

3. Masalah "Ultra-Processed Food" (UPF)

​Di akhir video, aplikasi pemindai makanan menunjukkan bahwa es krim komersial memiliki tingkat "82% diproses". Es krim memang masuk dalam kategori makanan ultra-proses (Ultra-Processed Food) karena melewati berbagai tahapan produksi pabrik dan mengandung gula serta lemak jenuh yang tinggi.

​Namun, status "diproses" tidak sama dengan "mengandung plastik" atau "beracun". Es krim adalah makanan rekreasi (treat). Menikmatinya sesekali sebagai hidangan penutup adalah hal yang wajar, selama diimbangi dengan pola makan gizi seimbang.

Kesimpulan

​Klaim bahwa es krim populer terbuat dari plastik adalah hoaks dan salah kaprah. Video tersebut mencampuradukkan proyek seni masa depan dengan bahan tambahan pangan harian untuk menciptakan narasi yang menakutkan. Bahan-bahan seperti guar gum dan karagenan berasal dari sumber alam (tumbuhan dan rumput laut) yang aman dikonsumsi dalam batas wajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

free digital products

Cara Klaim Link DANA Kaget untuk Dapat Saldo Gratis dan Tips Amannya

Viral di Sosmed! Gestur Tangan Dadan Saat Mengelus Siswi SD di Acara MBG Tuai Sorotan dan Kritik Netizen