Viral di Sosmed! Gestur Tangan Dadan Saat Mengelus Siswi SD di Acara MBG Tuai Sorotan dan Kritik Netizen
Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan oleh sebuah potongan video yang memperlihatkan momen kunjungan pejabat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam video yang beredar luas tersebut, perhatian netizen justru tertuju pada tindakan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terhadap salah seorang siswi Sekolah Dasar (SD).
Momen yang Menjadi Sorotan Publik
Peristiwa ini terjadi di tengah-tengah pelaksanaan atau simulasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat anak-anak sedang menikmati hidangan di meja mereka, kamera menangkap momen ketika Dadan berada di dekat seorang siswi SD yang sedang makan.
Tangan Dadan terlihat menyentuh dan mengelus area sekitar pipi serta telinga siswi tersebut. Gestur interaksi fisik yang dinilai berlebihan dan berulang ini memicu ketidaknyamanan bagi yang melihatnya, termasuk beberapa orang di lokasi kejadian.
Reaksi Keras Netizen di Kolom Komentar
Potongan video tersebut langsung memicu banjir komentar dari netizen, seperti yang terlihat pada tangkapan layar komentar aplikasi TikTok. Banyak pengguna media sosial yang mengekspresikan rasa tidak nyaman hingga kemarahan mereka karena tindakan tersebut dinilai melanggar batas kesopanan dan ruang personal anak di bawah umur.
- Sorotan Reaksi Lingkungan Sekitar: Netizen dengan akun L4NG bahkan salah fokus pada reaksi salah satu teman sekelas siswi tersebut. Dalam tangkapan layar, tampak seorang siswi lain di seberang meja yang menunjukkan ekspresi wajah heran, tegang, atau tidak nyaman saat menyaksikan interaksi fisik tersebut secara langsung.
- Kekhawatiran Batas Fisik (Personal Space): Banyak komentar publik yang mengingatkan pentingnya menjaga jarak dan batasan fisik (boundary) saat berinteraksi dengan anak-anak, terutama oleh orang dewasa atau pejabat publik di ruang terbuka.
Pentingnya Edukasi Personal Space pada Anak
Kasus viral ini kembali membuka diskusi hangat di kalangan netizen mengenai pentingnya perlindungan anak dan edukasi mengenai body autonomy (hak atas tubuh sendiri) sejak dini. Netizen menyayangkan aksi tersebut karena figur publik seharusnya memberikan contoh bagaimana berinteraksi dengan anak secara aman, sopan, dan menghormati ruang personal mereka tanpa melibatkan kontak fisik yang tidak perlu.
Hingga saat ini, potongan video tersebut masih terus dibahas secara kritis oleh warganet di berbagai platform media sosial.
Komentar
Posting Komentar